Tampilkan postingan dengan label materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi. Tampilkan semua postingan

Materi Sel

 Organisasi kehidupan tersusun dari sel, jaringan, organ, sistem organ hingga organisme. Untuk dapat memahami organisasi kehidupan, maka kali ini kita akan membahas mengenai organisasi kehidupan, dari struktur dan fungsi sel hingga organisme.

A. SEL

Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil pada makhluk hidup. Sel sebagai unit struktural terkecil bermakna bahwa sel merupakan penyusun yang mendasar bagi tubuh makhluk hidup. Setiap sel tersusun atas berbagai bagian, yaitu membran plasma, inti sel (nukleus), sitoplasma dan organel sel. Pada makhluk hidup multiseluler, sel-sel yang memiliki bentuk serupa, berkumpul bersama dan menjalankan satu fungsi yang sama maka akan membentuk jaringan. Jaringan-jaringan yang berbeda kemudian akan menyusun suatu organ yang memiliki fungsi tertentu. Organ-organ yang berbeda, yang bekerja bersama-sama akan membentuk sistem organ.

Pada pengamatan yang dilakukan oleh ilmuwan, ditemukan bahwa sel memiliki dua struktur, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik.

1. Sel Prokariotik

Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki membran inti, yang artinya sel prokariotik adalah sel yang memiliki materi genetik DNA yang tidak dibungkus oleh membran inti. Contoh sel prokariotik adalah sel bakteri.

2. Sel Eukariotik

Sel eukariotik adalah sel yang memiliki membran inti, sehingga terjadi pemisahan antara inti sel dan sitoplasma. Contoh sel eukariotik adalah sel tumbuhan dan sel hewan.

PENTING SERING KELUAR

Pro-Ta dan Eu-Ya (Prokariotik, Tanpa membran inti dan Eukariotik, Ya, dengan membran inti) Keterangan : Prokariotik, contohnya, sel bakteri Eukariotik, contohnya, sel tumbuhan dan sel hewan.

B. Struktur dan Fungsi Organel Sel

Sel eukariotik tersusun atas sejumlah organel sel yang memiliki struktur dan fungsi tertentu, seperti membran sel, sitoplasma inti sel, ribosom, mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi dan lisosom. Berikut ini akan diuraikan mengenai struktur dan fungsi organel sel.

1. Membran Sel (Membran Plasma)

Membran sel merupakan bagian luar yang membungkus sel.  plasma tersusun dari molekul-molekul lipid, protein, dan sedikit karbohidrat. Membran plasma berfungsi sebagai tempat keluar dan masuknya ion, molekul serta senyawa dari atau ke dalam sel.

Membran plasma bersifat semipermiabel, yaitu memiliki kemampuan untuk melakukan seleksi terhadap substansi yang akan masuk atau keluar sel.

2. Inti Sel (Nukleus)

Pada sel eukariotik, inti sel dibatasi oleh membran inti. Membran inti berguna untuk pertukaran materi antara nukleoplasma (plasma inti) dengan sitoplasma. Di dalam sel nukleus memiliki fungsi utama mengendalikan seluruh aktivitas sel, yang maksudnya dapat dijabarkan sebagai berikut :

  • Mengendalikan proses berlangsungnya metabolisme di dalam sel;
  • Menyimpan informasi genetik (gen) dalam bentuk DNA;
  • Mengatur kapan dan dimana ekspresi gen-gen harus dimulai, dijalankan dan diakhiri;
  • Tempat terjadinya replikasi dan transripsi DNA.

3. Plasma Sel

Plasma sel merupakan cairan sel di bagian dalam kantong sel yang dibatasi oleh membran sel. Plasma sel meliputi dua bagian, yaitu nukleoplasma dan sitoplasma. Nukleoplasma merupakan plasma atau cairan yang terletak di dalam inti sel. Sedangkan, sitoplasma merupakan cairan kental yang mengisi ruangan antara membran sel dan inti sel. Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel sel, antara lain ribosom, retikulum endoplasma, badan golgi, lisosom, dan mitokondria. 

4. Ribosom

Ribosom merupakan butiran kecil yang tersebar di dalam sitoplasma dan ada pula yang menempel di retikulum endoplasma (RE). Di dalam sel, ribosom berperan dalam sintesis protein.     

5. Retikulum Endoplasma (RE)

RE tersusun dari kantung pipih dan tabung dua lapis membran yang meluas dan menutupi sebagian besar sitoplasma. Terdapat dua jenis RE, yaitu RE kasar yang ditempeli oleh ribosom dan RE halus yang tidak ditempeli ribosom. RE kasar berperan dalam sintesis protein, sedangkan RE halus berperan dalam sintesis lemak. 

6. Badan Golgi

Badan golgi merupakan kantung pipih bertumpuk yang tersusun dari ukuran besar hingga ukuran kecil dan terikat membran. Badan golgi berfungsi untuk menghasilkan lisosom dan memproses protein dan molekul lain yang akan dibawa ke luar sel atau ke membran sel.

7. Lisosom

Lisosom merupakan vesikel membran berkantung yang mengandung enzim-enzim Secara umum, lisosom berfungsi untuk mencerna molekul besar yang ada di dalam sel dan merusak sel-sel asing (fagositosis).

8. Mitokondria

Mitokondria merupakan organel bermembran rangkap yang berperan dalam respirasi sel, untuk menghasilkan energi sel. Mitokondria tersusun atas membran luar, membran dalam, krista dan matriks.   

PENTING SERING KELUAR

Tabel 1. Struktur dan Fungsi Organel Sel yang Dimiliki Sel Tumbuhan dan Sel Hewan

OrganelStrukturFungsi
NukleusBulat dengan membran berpori  Mengatur seluruh aktivitas sel
RibosomTersusun dari protein dan RNA ribosomal, berada bebaas di sitoplasma dan menempel pada RE  Tempat sintesis protein
RETersusun dari kantung pipih dan tabung yang berhubungan dengan membran intiRE kasar : tempat sintesis protein RE halus : tempat sintesis lemak
Badan GolgiKantung pipih bertumpukMemproses protein yang akan dibawa ke luar atau ke dalam membran inti
LisosomVesikel yang terbentuk dari badan golgiMencerna makromolekul dan merusak sel-sel asing (fagositosis)  
MitokondriaTersusun dari membran luar, membran dalam, krista dan matriksTempat respirasi seluler, yang menghasilkan ATP

C. PERBEDAAN SEL TUMBUHAN DAN SEL HEWAN

Peran ekologis tumbuhan adalah pembuat makanan atau menghasilkan makanan, sedangkan hewan berperan sebagai pemakan tumbuhan dan hewan lainnya. Oleh karena itu, struktur walaupun keduanya termasuk eukariotik, sel tumbuhan dan sel hewan memiliki beberapa perbedaan.

PENTING SERING KELUAR

Tabel 2. Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan

Sel TumbuhanSel Hewan
Memiliki dinding selTidak memiliki dinding sel
Memiliki vakuola berukuran besarMemiliki vakuola berukuran kecil
Memiliki plastidaTidak memiliki plastida
Tidak memiliki sentriolMemiliki sentriol

1. Organel Sel Tumbuhan

Tumbuhan memiliki beberapa organel sel yang membedakannya dengan sel hewan. Organel-sorganel sel tumbuhan diuraikan sebagai berikut:

  1. Dinding Sel – Bagian luar sel tumbuhan tersusun atas dinding sel yang sangat keras. Bahan utama penyusun dinding sel berupa zat kayu, yaitu selulosa yang tersusun dari glukosa.
  2. Vakuola – Vakuola merupakan organel bermembran (tonoplas) yang berisi cairan vakuola. Peran vakuola pada sel tumbuhan adalah sebagai penyimpan cadangan makanan.
  3. Plastida – Contoh plastida adalah kloroplas atau zat hijau daun, yang berperan dalam fotosintesis.

2. Organel Sel Hewan

Hewan memiliki organel yang khas pada sel nya, yaitu sentriol. Sentriol merupakan sepasang struktur seperti silinder yang memiliki lubang di tengah. Sentriol berperan untuk mengatur polaritas (kutub) pembelahan sel (hewan) dan mengatur pemisahan kromosom selama pembelahan sel.  

  1. JARINGAN – Sel yang memiliki bentuk, fungsi dan sifat yang sama akan membentuk jaringan. Dalam hal ini akan dibahas mengenai jaringan tumbuhan dan jaringan hewan.
    1. Jaringan Tumbuhan – Macam-macam jaringan tumbuhan adalah jaringan meristem, jaringan epidermis, jaringan pengangkut dan jaringan penyokong.
    2. Jaringan Meristem – Jaringan meristem atau jaringan muda merupakan jaringan yang terdiri dari sekelompok sel tumbuhan yang aktif membelah.
    3. Jaringan Epidermis – Jaringan epidermis merupakan jaringan yang terletak  paling luar pada setiap organ tumbuhan, yaitu pada akar, batang dan daun. Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung bagian dalam organ tumbuhan.
    4. Jaringan Parenkim – Jaringan parenkim merupakan jaringan dasar yang ditemukan pada hampir semua bagian (organ) tumbuhan.
    5. Jaringan Penyokong – Jaringan penyokong atau jaringan mekanik merupakan jaringan yang berperan untuk menunjang bentuk tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh.
    6. Jaringan Pengangkut – Berdasarkan fungsinya, jaringan pengangkut pada tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu xilem (pembuluh kayu) dan floem (pembuluh tapis). Jaringan xilem berfungsi mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar ke daun, sedangkan jaringan floem, berfungsi mengangkut air dan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. 

        PENTING SERING KELUAR

Jaringan Permanen pada Tumbuhan : Mr-Epi-Kim-Kong-Angkut Meristem, Epidermis, Parenkim, Penyokong dan Pengangkut
  • Jaringan Hewan

Jenis jaringan yang umumnya dimiliki oleh hewan dan manusia ada lima macam, yaitu jaringan epitel, jaringan penyokong, jaringan otot, jaringan darah dan jaringan saraf.

  • Jaringan Epitel

Jaringan epitel tersusun dari sel-sel yang rapat dan berdekaatan satu dengan yang lain sehingga tidak ada rongga antar sel. Fungsi utama jaringan epitel adalah melapisi permukaan tubuh dan membatasi rongga tubuh. Berdasarkan bentuknya, jaringan epitel dibagi menjadi tiga macam, yaitu pipih, kubus, dan slindris. Sel-sel ini dapat tersusun dalam satu sel lapis sel atau berlapis-lapis. Contoh: sel epitel yang terdapat pada dinding usus halus berbentuk slindris yang tersusun selapis.

  • Jaringan Penyokong

Jaringan ikat merupakan jaringan yang paling banyak terdapat di dalam tubuh. Bentuk sel-sel yang menyusun jaringan ikat memiliki berbagai fungsi, yaitu menyokong dan memperkuat jaringan lain, melindungi organ-organ tubuh, menyimpan energi (jaringan lemak), dan membentuk struktur tubuh (tulang). Jaringan ikat terdiri dari berbagai jenis, diantaranya :

  • Jaringan Ikat

Jaringan ikat berfungsi untuk mengaitkan atau mengikat organ-organ tubuh. Misalnya, tendon menghubungkan otot dengan tulang.

  • Jaringan Lemak (Adiposa)

Jaringan lemak berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi organ-organ secara mekanis dari benturan, sebagai persediaan cadangan makanan, dan sebagai alat pengatur panas dengan cara menjaga suhu tubuh.

  • Jaringan Tulang

Jaringan tulang berfungsi sebagai pelindung bagian tubuh yang lunak. Jaringan ini dibagi dua macam, yaitu jaringan tulang keras dan jaringan tulang rawan.

Membran pada vakuola dinamakan tonoplas.

  • Jaringan Otot

Jaringan otot terdiri sel-sel otot. Jaringan ini bertanggung jawab untuk pergerakan anggota tubuh. Jaringan otot dikelompokkan menjadi tiga, yaitu otot rangka, otot jantung dan otot polos :

  • Otot Rangka

Otot rangka bereaksi cepat terhadap stimulus dan tidak mampu bekerja lama. Otot rangka umumnya terdapat pada seluruh rangka tubuh.

  • Otot Jantung

otot polos. Otot jantung beraksi cepat terhadap stimulus dan mampu bekerja lama tanpa lelah.

  • Otot Polos

Otot polos bekerja tidak menurut kemauan kita dan mampu bekerja dengan waktu yang lama. Otot polos terdapat pada dinding semua organ tubuh yang berlubang (kecuali jantung), misalnya pembuluh darah, usus, kantung kemih dan rahim.

        PENTING SERING KELUAR

Letak Jaringan Otot Rangka : Rapuh (Rangka tubuh) Jantung : Jantung Polos : OrLa (organ dalam)
  • Jaringan Darah

Jaringan darah terdiri atas sel-sel darah dan plasma darah. Sel-sel darah terdiri atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Fungsi jaringan darah diantaranya,  membawa sari-sari makanan, hormon, oksigen, dan sisa-sisa hasil metabolisme, serta mencegah infeksi.

  • Jaringan Saraf  

Jaringan saraf merupakan jaringan yang berperan mengirimkan sinyal-sinyal ke seluruh tubuh. Jaringan ini tersusun atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron memiliki beberapa bagian, yaitu dendrit, badan sel dan akson. Dendrit berperan untuk menerima sinyal yang kemudian akan diantarkan dari inti sel ke badan sel. Badan sel, yaitu bagian utama neuron yang memiliki inti sel. Akson, berperan untuk mengirimkan sinyal-sinyal dari badan sel ke akson pada badan sel neuron yang lain.

  • Organ

Organ adalah gabungan beberapa jenis jaringan yang terorganisasi dalam fungsi tertentu. Berikut ini akan dibahas mengenai organ pada tumbuhan dan hewan.

  • Organ pada Tumbuhan  

Berbagai jaringan tumbuhan melakukan diferensiasi menjadi tiga bagian pokok tumbuhan yaitu, akar, batang dan daun. Sedangkan, bunga, buah atau bagian lainnya dianggap suatu modifikasi dari organ pokok. Tiga bagian pokok dari tumbuhan dapat dijelaskan sebagai berikut.

  • Akar

Akar memiliki tugas untuk memperkuat berdirinya tumbuhan, menyerap air, dan unsur-unsur hara yang terlarut di dalamnya, serta terkadang juga memiliki fungsi sebagai tempat untuk menimbun makanan.

Jaringan yang menyusun akar antara lain, jaringan epidermis, jaringan parenkim, dan jaringan pengangkut.

  1. Jaringan epidermis terletak di bagian paling luar, fungsinya melindungi jaringan dibawahnya.  Epidermis pada akar yang masih muda, dinding selnya tipis sehingga mudah dilalui air.
  2. Jaringan parenkim berperan sebagai penghubung antara jaringan epidermis dan jaringan pengangkut.
  3. Jaringan pengangkut, berperan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.
  • Batang

Batang merupakan organ penghubung akar dan daun. Jaringan-jaringan yang menyusun batang, antara lain jaringan epidermis, jaringan parenkim, dan jaringan pengangkut. Jaringan pengangkut terdiri dari xilem dan floem yang merupakan kelanjutan dari akar.

  • Daun

Daun tersusun atas beberapa jaringan, antara lain jaringan epidermis, jaringan tiang (palisade), jaringan bunga karang, dan jaringan pengangkut. Jaringan epidermis daun terletak pada permukaan bawah dan permukaan atas. Pada permukaan jaringan epidermis atas terdapat lapisan lilin (kutikula). Beberapa sel pada jaringan epidermis bawah ada yang berubah menjadi mulut daun (stomata). Fungsi utama daun adalah sebagai tempat fotosintesis atau produksi bahan makanan bagi tumbuhan.

  • Organ Pada Hewan

Berdasarkan letaknya, organ pada hewan dan manusia dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar. Organ dalam tubuh misalnya, jantung dan paru-paru. Jantung dan paru-paru, tersusun atas jaringan otot dan jaringan saraf. Jantung berfungsi memompa darah dan paru-paru berfungsi sebagai alat pernapasan. Sedangkan organ luar tubuh misalnya, mata. Mata tersusun atas beberapa jaringan, antara lain jaringan otot, jaringan saraf, dan jaringan ikat.

  • Sistem Organ

Sistem organ adalah gabungan dari berbagai organ untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh. Setiap organ memegang perananyang sama penting dalam menjalankan fungsinya.

  • Sistem Organ Tumbuhan

Seluruh organ yang ada pada tumbuhan (akar, batang dan daun) menjalankan fungsinya agar tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang.  Contohnya, sistem organ yang terdapat pada tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji adalah sistem transportasi (pengangkutan). Sistem transportasi tumbuhan melibatkan jaringan-jaringan pengangkut yang terdiri atas pembuluh kayu dan pembuluh tapis.

  • Sistem Organ Hewan

Sistem organ hewan, misalnya pada tubuh manusia. Pada tubuh manusia terdapat kurang lebih sembilan sistem organ, yaitu sistem rangka, sistem otot, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem sirkulasi, sistem saraf, sistem endokrin, sistem ekskresi daan sistem reproduksi. Sistem organ pada tubuh manusia dapat dijelaskan pada tabel berikut.   

Tabel 2. Sistem-sistem Organ Pada Tubuh Manusia, Organ Penyusun Dan Fungsinya

SistemOrganFungsi
RangkaTengkorak, tulang dada, tulang rusuk, tulang belakang, tulang bahu, tulang pinggul, serta tulang anggota badanMemberi bentuk tubuh, melindungi organ-organ yang lunak dalam tubuh, dan juga sebagai alat gerak pasif.
OtotOtot polos, otot rangka dan otot jantung.  Membantu pergerakan tubuh (alat gerak aktif), dan tempat menyimpan senyawa cadangan
PencernaanMulut, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus.Mencerna dan menyerap sari makanan
PernapasanHidung, laring, faring, bronkus dan paru-paru  Mengambil oksigen dan mengeluarkan karbondioksida dari tubuh serta menghasilkan energi
SirkulasiJantung, arteri, vena, pembuluh kapiler, pembuluh getah bening, dan kelenjar limfe.Mengangkut oksigen dan sari makanan ke seluruh tubuh,
SarafOtak, susmsum tulang belakang, 12 pasang saraf otak, dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang.Menerima dan menanggapi sinyal-sinyal dari dalam tubuh dan lingkungan.
ReproduksiOrgan reproduksi wanita : ovarium, uterus, oviduk dan vagina Organ reproduksi laki-laki : testis, vas deferens, epidedemis dan uretraMempertahankan kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup melalui proses perkembangbiakan.
Endokrin (hormon)Kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar hipofisis, adrenalin dan kelenjar kelamin (testis dan ovarium)Memproduksi hormon yang diperlukan untuk menjaga laju metabolisme tubuh.
EkskresiKelenjar keringat, hati, ginjal dan paru-paruMengeluarkan sisa-sisa metabolisme yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh.
  • Organisme atau Individu

Semua sistem organ akan bekerjasama untuk melakukan fungsi hidup atau proses kehidupan untuk menopang kehidupan organisme atau individu. Pada dasarnya, keberlangsungan hidup organisme berkaitan dengan hubungan antara sistem organ yang satu dengan yang lain. Karena, jika terdapat kerusakan pada salah satu sistem organ, maka akan mempengaruhi sistem organ lainnya. Misalnya pada tubuh manusia, jika sistem ekskresi tidak bekerja dengan baik, karena ginjal telah rusak, maka zat-zat sisa yang bersifat racun akan tertimbun di dalam darah. Hal tersebut akan menyebabkan terganggunya sistem peredaran darah. Terganggunya sistem peredaran darah akan menurunkan kemampuan pengangkutan zat-zat yang diperlukan tubuh, misalnya oksigen. Apabila peredaran oksigen terganggu, maka sistem pernapasan akan terganggu. Inilah bukti yang menunjukkan bahwa dalam organisme, sistem organ bekerjasama satu sama lain dan apabila terdapat kerusakan pada salah satu sistem, maka akan mempengaruhi sistem lainnya.  Demikian jugalah yang terjadi pada tumbuhan.


Organisasi kehidupan tersusun dari sel, jaringan, organ, sistem organ hingga organisme. Untuk dapat memahami organisasi kehidupan, maka kali ini kita akan membahas mengenai organisasi kehidupan, dari struktur dan fungsi sel hingga organisme.

Share:

Besaran Dan Satuan

 Pengukuran adalah kegiatan membandingkan nilai besaran yang diukur dengan alat ukur yang ditetapkan sebagai satuan. Contoh: mengukur panjang meja dengan sebatang pensil (panjang meja sebagai besaran, pensil sebagai alat ukur, dan panjang pensil sebagai satuannya).  


A. BESARAN

Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan nilai.
Jika ditinjau dari arah dan nilainya, besaran dikelompokan menjadi dua, yaitu:
1. Besaran skalar, yaitu besaran yang hanya memiliki nilai tanpa memiliki arah. Contoh: massa, panjang, waktu, energi, usaha, suhu, kelajuan dan jarak.
2. Besaran vektor, yaitu besaran yang memiliki nilai dan arah. Contoh: gaya, berat, kuat arus, kecepatan, percepatan dan perpindahan.
Sedangkan, berdasarkan jenis satuannya, besaran dikelompokan menjadi dua, yaitu:
a. Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan lebih dahulu dan tidak tersusun atas besaran lain. Besaran pokok terdiri atas tujuh besaran. Tujuh besaran pokok dan satuannya berdasarkan sistem satuan internasional (SI) sebagaimana yang tertera pada tabel berikut:

Tabel Besaran Pokok dan Satuannya
Besaran PokokSatuan SI
Massakilogram (kg)
Panjangmeter (m)
Waktusekon (s)
Kuat Arusampere (A)
Suhukelvin (K)
Intensitas Cahayacandela (Cd)
Jumlah Zatmole (mol)
Sistem satuan internasional (SI) artinya sistem satuan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, yang berlaku secara internasional. 
b. Besaran Turunan
Besaran turunan merupakan kombinasi dari satuan-satuan besaran pokok. Contoh besaran turunan adalah luas suatu daerah persegi panjang. Luas sama dengan panjang dikali lebar, dimana panjang dan lebar keduanya merupakan satuan panjang. Perhatikan tabel besaran turunan, satuan dan dimensi di bawah ini.

Tabel Besaran Turunan dan Satuannya
Besaran TurunanSatuan SI
Gaya (F)kg.m.s-2
Massa Jenis (p)kg.m-3
Usaha (W)kg.m2.s-2
Tekanan (P)kg.m-1.s-2
Percepatanm.s-2
Luas (A)m2
Kecepatan (v)m.s-1
Volume (V)m3

B. SATUAN

Satuan adalah ukuran dari suatu besaran yang digunakan untuk mengukur. Jenis-jenis satuan yaitu:
Satuan Baku
Satuan baku adalah satuan yang telah diakui dan disepakati pemakaiannya secara internasional tau disebut dengan satuan internasional (SI).
Contoh: meter, kilogram, dan detik.
Sistem satuan internasional dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Sistem MKS (Meter Kilogram Sekon)
2. Sistem CGS (Centimeter Gram Second)


Tabel Satuan Baku
Besaran PokokSatuan MKSSatuan CGS
Massakilogram (kg)gram (g)
Panjangmeter (m)centimeter (cm)
Waktusekon (s)sekon (s)
Kuat Arusampere (A)statampere (statA)
Suhukelvin (K)kelvin (K)
Intensitas Cahayacandela (Cd)candela (Cd)
Jumlah Zatkilomole (mol)mol
b. Satuan Tidak Baku
Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak diakui secara internasional dan hanya digunakan pada suatu wilayah tertentu.
Contoh: depa, hasta, kaki, lengan, tumbak, bata dan langkah.
C. ALAT UKUR

Alat Ukur adalah sesuatu yang digunakan untuk mengukur suatu besaran.
Berbagai macam alat ukur memiliki tingkat ketelitian tertentu. Hal ini bergantung pada skala terkecil alat ukur tersebut. Semakin kecil skala yang tertera pada alat ukur maka semakin tinggi ketelitian alat ukur tersebut.

Beberapa contoh alat ukur sesuai dengan besarannya, yaitu:
a. Alat Ukur Panjang

1. Mistar (Penggaris)
Mistar adalah ala ukur panjang dengan ketelitian sampai 0,1 cm atau 1 mm. Pada pembacaan skala, kedudukan mata pengamat harus tegak lurus dengan skala mistar yang di baca.
Materi IPA Fisika kelas 7 Semester 1
2. Jangka Sorong
Jangka sorong dipakai untuk mengukur suatu benda dengan panjang yang kurang dari 1mm. Skala terkecil atau tingkat ketelitian pengukurannya sampai dengan 0,01 cm atau 0,1 mm.
Umumnya, jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang suatu benda, diameter bola, ebal uang logam, dan diameter bagian dalam tabung.
Jangka sorong memiliki dua skala pembacaan, yaitu:
a). Skala Utama/tetap, yang terdapat pada rahang tetap jangka sorong.
b). Skala Nonius, yaitu skala yang terdapat pada rahang sorong yang dapa bergeser/digerakan.
Materi IPA Fisika kelas 7 Semester 1 


3. Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup merupakan alat ukur panjang dengan ingkat ketelitian terkecil yaiu 0,01 mm atau 0,001 cm.
Skala terkecil (skala nonius) pada mikrometer sekrup terdapat pada rahang geser, sedangkan skala utama terdapat pada rahang tetap.
Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter benda bundar dan plat yang sangat tipis.
mikrometer-sekrup

 
b. Alat Ukur Massa
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda adalah neraca. Berdasarkan cara kerjanya dan keelitiannya neraca dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Neraca digital, yaitu neraca yang bekerja dengan sistem elektronik. Tingkat ketelitiannya hingga 0,001g.
Pengukuran, Besaran dan Satuan
2. Neraca O'Hauss, yaitu neraca dengan tingkat ketelitian hingga 0.01 g.
Pengukuran, Besaran dan Satuan
3. Neraca sama lengan, yaitu neraca dengan tingkat ketelitian mencapai 1 mg atau 0,001 g.
Pengukuran, Besaran dan Satuan
c. Alat Ukur Waktu
Satuan internasional untuk waktu adalah detik atau sekon. Satu sekon standar adalah waktu yang dibuuhkan oleh atom Cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.
Alat yang digunakan untuk mengukur waktu, antara lain jam matahari, jam dinding, arloji (dengan ketelitian 1 sekon), dan stopwatch (ketelitian 0,1 sekon). 
Pengukuran, Besaran dan Satuan
Share:

Materi Siswa

Tugas Siswa

Galleri Siswa

Pengunjung

Flag Counter
Copyright © MTs MIFTAHUL MUBTADIIN | Suported by Team ICT MMM